Ari yosita
Pembukaan :
Selamat sore pemirsa setia, saya kali ini akan
menyampaikan berita paling hangat dan teraktual hari ini. Bersama saya Ari
Yosita di liputan sore. Berita yang akan saya sampaikan adalah tentang Ahok
Jadi Tersangka, #KamiAhok Puncaki Trending Topic Twitter.
Isi :
Gubernur
non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai
tersangka kasus penistaan agama.
Ditetapkannya kandidat Pilkada
DKI Jakarta nomor urut kedua jadi tersangka itu ternyata menuai berbagai
respons dari netizen. Sampai-sampai, linimasa Twitter pun dipadati cuitan
seputar Ahok.
Berdasarkan
pantauan Tekno Liputan6.com pada
Rabu (16/11/2016), cuitan netizen soal respons Ahok yang jadi tersangka telah
mendominasi trending topic Indonesia.
Hashtag #KamiAhok menduduki posisi trending topic pertama.
Menyusul hashtag #PenjarakanAhok, #BreakingNews, trending
words Kabareskrim Polri, Tersangka serta AHOK Jadi Tersangka.
Berita
selanjutnya adalah tentang Debat Cagub DKI Jakarta, Siapa Pemenang
Versi LIPI?
Debat cagub DKI putaran pertama telah
berlangsung pada Jumat malam, 13 Januari 2017. Menurut peneliti senior Pusat
Penelitian Politik (P2P) LIPI, Syamsuddin Haris, pasangan nomor urut dua Basuki
Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat adalah pemenang dari debat perdana itu.
"Pemenang debat
pertama, soal agenda (kebijakan) yang menang palson dua. Soal penampilan lebih
fasih (bicara) nomor satu," ujar Haris Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta
Selatan, Kamis (19/1/2017).
Haris menyebut, dua
palson penantang petahana gagal memanfaatkan momen untuk menawarkan kebijakan
alternatif bagi warga Jakarta.
"Dua paslon penantang gagal
memanfaatkan momen debat kandidat untuk menawarkan kegiatan alternatif ke
masyarakat, selain yang ditawarkan petahana," ucap Haris.
Menurut Haris, paslon nomor urut
satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan paslon nomor urut tiga Anies
Baswedan-Sandiaga Uno tak menampilkan kebijakan yang dapat menandingi kebijakan
Ahok-Djarot](2829174 "").
"Justru debat betul-betul
dimanfaatkan petahana untuk tunjukkan kelebihannya. Maka tidak mengejutkan
muncul kejadian tidak enak seperti hafalan dan retorika," jelas dia.
Haris menilai, Ahok-Djarot mampu
menunjukkan kebijakannya dengan baik. Sementara, Agus-Sylvie dinilai
kebijakannya terlalu mengada-ada; untuk Anies-Sandi dinilai
baik, meski terlalu teoritis.
"Ada (kebijakan) tapi enggak
masuk akal seperti kampung apung. Mengawang-awang tidak jelas," tandas
Haris.
Penutup :
Itulah sementara berita
yang dapat saya sampaikan. Saya ucapkan terimakasih dan sampai jumpa diberita
saya selanjutnya di acara liputan malam.
About and
Hi, My Name is Andrian Wijaya.
0 komentar:
Posting Komentar